Sunday, April 15, 2012

Cara Mengenali Pembohong di Sekitar Anda

Belakangan ini terungkap testimoni seorang ibu dari seorang anak SD di berbagai media, tentang praktek kebohongan kolektif saat UNAS. Singkat cerita, si anak yang tergolong pintar ini "diakali" oleh oknum gurunya agar mau memberikan contekan kepada teman-temannya yang lain. Alhasil, bukan mendapat dukungan karena dirinya mengungkap kebohongan, tragis bagi peradaban manusia saat ini justru di unjuk rasa oleh warga sekitarnya sehingga meninggalkan bekar trauma tinggal di lingkungan tempat tinggalnya tersebut.





Tulisan ini dibuat untuk menyegarkan kembali ingatan tentang pembawaan para pembohong disekitar kita, dikenali untuk di waspadai, di nasehati, kalau tidak berubah patut di cela dan dijauhi. 

Berbohong merupakan salah satu perilaku tak baik yang paling umum dilakukan oleh semua orang baik orang tua atau anak muda, bahkan anak kecilpun bisa berbohong. Terkadang sebagian orang menutupi kebiasaan berbohong itu dengan alasan mereka berbohong putih alias berbohong demi kebaikan.

Dalam percintaan, kehidupan bisnis, politik dan kehidupan sehari-hari, sangat penting sekali untuk dapat mengidentifikasi perbedaan antara kebohongan dan kejujuran. Sebenarnya, sangat sulit untuk mengetahui apakah seseorang itu berbohong atau tidak. Beberapa orang bisa berbohong dengan amat mudah seperti mereka mengatakan hal sebenarnya.

Namun, anda harus mampu memahami apakah seseorang yang berbicara dengan anda itu berbohong atau tidak. Kalau tidak, anda akan mudah ditipu oleh orang lain. Satu masalahnya adalah bagaimana cara anda tahu mereka berbohong atau tidak?

Dari semua perilaku manusia, mungkin berbohong adalah salah satu yang sulit dideteksi. Namun, ada beberapa hal yang dapat membantu anda cara mendeteksi ketika seseorang berbohong, antara lain: 

  • Gugup. Berbohong memiliki gejala yang hampir sama dengan ketegangan. Dalam berbagai situasi ketika kita berniat untuk berbohong, kita dapat merasa gugup, saat mencoba menutupi kesalahan. Cara mudahnya yaitu mengetahui sifat dasar seseorang kemudian mengetahui perbedaannya. Jika seseorang biasanya terlihat santai, kemudian tiba-tiba sering berkedip dan melakukan gerakan mata yang tidak biasa, menjilat lidah dan menyentuh wajah dapat dijadikan ciri-ciri seseorang sedang berbohong.
  • Perhatikan bahasa tubuh. Amati bahasa tubuh gestur yang tampak menutupi bagian tertentu dari wajah atau tubuh. Menyentuh hidung merupakan ciri khas dari gejala ketegangan. Saat Bill Clinton bersaksi di depan juri mengenai hubungannya dengan Monica Lewinsky, tubuhnya secara alami melakukan bahasa tubuh yang normal ketika menjawab dengan benar. Namun, ketika dia dipaksa lebih jauh mengenai hal itu, dia tampak menyentuh hidungnya setiap empat menit. Totalnya, sekitar 26 kali.
  • Gelisah berlebihan. Perhatikan jika seseorang yang anda curigai berbohong, menggaruk atau menggesek pakaiannya. Jika anda tengah berbohong dan ingin menutupinya, kontrol pandangan anda dan tempatkan tangan anda dengan tenang tanpa terlihat tidak alami.
  • Senyum berlebihan. Di samping dari tampilan menyeringai khas pembohong, studi menemukan orang tersenyum lebih banyak ketika mereka mengatakan yang sebenarnya.
  • Percaya pada naluri anda. Seringkali kita bisa mendeteksi seseorang berbohong secara intuisi dibandingkan secara ilmiah. Mungkin benar jika pepatah kuno mengatakan, jika anda mencurigai seseorang berbohong, mungkin anda benar.
  • Anda akan melihat bahwa orang yang berbicara pada anda menghindari kontak mata. Matanya akan lebih sering berkedip atau berputar ke arah lain. Hal ini mengindikasikan kondisi mental yang tidak nyaman.
  • Orang itu menunjukkan kebingungan saat berbicara. Saat dia berbohong, dia akan memikirkan tentang kesalahannya pada waktu yang sama. Hal ini akan mengganggu perhatiannya dalam percakapan tersebut.
  • Seorang pembohong sering kali bicara dengan sangat cepat atau dalam kalimat-kalimat pendek. Dia mencoba untuk menyudahi situasi itu secepat mungkin.
  • Jika anda mengawasi bahasa tubuh pembohong dengan cermat, anda akan melihat bahwa bahasa tubuhnya seperti bentuk proteksi diri. Orang itu mencoba untuk melindungi diri sendiri dengan tindakan tertentu seperti mundur ke belakang, menyilangkan lengannya, atau meremas tangan.
  • Pembohong berpura-pura kebingungan dalam percakapan. Dia menciptakan kebingungan tersebut sehingga dia bisa mendengar pendapat orang lain dan menyetujui mereka.
  • Kadang kala, pembohong menunjukkan perilaku yang berkebalikan. Dia ingin berkata tidak tapi dia menganggukkan kepalanya.
  • Biasanya, pembohong tidak siap untuk mengatakan kebohongan tersebut. Saat dia berbohong mengenai sesuatu, hal itu tidak direncanakan sebelumnya. Karena itu, jika anda menanyakan sesuatu tentang detailnya, maka dia tidak akan mampu menjawab pertanyaan anda dengan tepat. Dia akan kebingungan dan kehilangan konsistensi percakapannya.
  • Tawa yang berlebihan dan rasa setia kawan berlebihan bisa menjadi tanda penting kebohongan. Pembohong itu ingin berpura-pura menunjukkan bahwa dia adalah teman anda, sehingga anda akan mulai mempercayainya.
  • Cara terbaik untuk meningkatkan kemampuan anda untuk menentukan apakah seseorang berbohong atau tidak adalah dengan mendengarkan dengan baik. Jika anda mendengarkan dengan baik apa yang dikatakannya, maka anda dapat dengan mudah menemukan ketidak konsistenan dalam pembicaraannya. Inilah salah satu cara efektif untuk mengetahui apakah mereka berbohong atau tidak.
  • Juga terlihat jelas apabila seseorang mengatakan kebohongan, dia cenderung akan memberikan penjelasan yang tidak penting. Dia akan memberi terlalu banyak detail tentang situasinya.
  • Saat pembohong mengetahui bahwa pendengarnya tahu akan kebohongannya, dia akan segera merasa tersinggung. Hal yang sama terjadi dalam kasus percakapan melalui telepon. Orang yang berbohong cenderung menutup telepon atau cepat-cepat mengubah topiknya.
  • Pembohong biasanya, mengatakan sesuatu yang tidak dikerjakannya. Terkadang juga membesar-besarkan hasil usaha yang dilakukannya.
  • Sekali berbohong, akan membuat kebohongan lagi untuk menutupi kebohongan sebelumnya. Smoke scree sering dilakukannya.
  • Bila berjanji, sering mengingkari. Sewaktu ada butuhnya, dengan semangat yang menggebu-gebu memberikan harapan yang luar-biasa meyakinkan. Namun ketika hajatnya sudah di dapat, biasanya lupa akan janji manisnya.

"Tidak ada kehormatan bagi para pembohong, setidaknya tidak patut dimuliakan."

Dengan mengetahui tanda-tanda semua itu, mudah-mudahan anda akan dengan mudah memahami apakah seseorang berbohong atau tidak dan melindungi diri anda agar terhindar dari tipuan atau mungkin rayuan gombalnya.


Sumber

Sunday, February 12, 2012

Perbedaan Antara Pria dan Cowok


Hasil di bawah ini sudah melalui penelitian bertahun-tahun dengan jumlah peserta yang hampir mencapai 100 juta. So, hasil ini akurat dan dapat dipercaya...

P = Pria , C = Cowok

P : Tahu jelas lima tahun lagi ia mau jadi apa
C : Tidak jelas lima menit lagi ia mau berbuat apa

P : Jago membuat wanita merasa tenang
C : Jago membuat cewek merasa senang

P : Bacaannya Jhon Grisham, mainannya golf, tontonannya CNN
C : Bacaannya Harry Potter, mainannya bilyar, tontonannya MTV

P : Sebelum umur 30 sudah banyak uang
C : Sebelum umur 30 sudah banyak dosa

P : Seimbang antara penghasilan dan pemasukan
C : Seimbang antara hutang dan pembayaran minimum

P : Mendukung emansipasi wanita, tapi tetap membayari bon makan wanita
C : Mendukung emansipasi wanita dengan membiarkan wanita bayar sendiri

P : Punya akuntan, penjahit dan dokter langganan
C : Punya salon, kafe dan bengkel langganan

P : Meminta Anda nimbrung ngobrol kalau mamanya menelepon
C : Pura-pura Anda tidak bersamanya jika mamanya menelepon

P : Putus dengan pasangannya sambil berjabatan tangan dan mengakui sulitnya menjembatani perbedaan antar mereka berdua, diiringi ucapan, "Kita tetap bisa berteman selamanya".
C : Putus dengan pasangannya sambil kabur dari rumah, merokok berbatang-batang, plus ucapan, "Jangan undang aku ke pernikahanmu nanti!"

P : Mencintai wanita 10 % pada pertemuan awal dan meningkat terus
C : Mencintai wanita 100 % pada pertemuan awal dan menurun terus

P : Berpikir dewasa seperti orang usia 40 tahun saat berusia 17 tahun
C : Berpikir kekanak-kanakan seperti orang usia 17 tahun saat berusia 40 tahun

P : Bisa menang hanya dengan otak dalam konflik
C : Cuma bisa ngamuk, adu mulut, dan adu otot kalo konflik
P : Mikirnya, "Aku masih kurang pengetahuan, harus belajar lebih banyak"
C : Mikirnya, "Aku yang terhebat di muka bumi, siapapun aku hadapin !!!"

P : Otak no 1, digabungin otot kalau terpaksa
C : Otot no 1, ditambah otak, itupun kalo punya

Hayooo... Siapa yang merasa pria dan siapa yang merasa cowok?



Sumber